Juni 12, 2008
· Disimpan dalam Baca, Berita, Blog, Hikmah, Internet, Iseng, Kafe, Kolom, Launch
Sekadar update dari postingan kemaren Dollar dari Tuan Google, nampaknya ada perubahan yang cukup berarti dan membuat semangat semakin menyala untuk tetap ngeblog dan berbagi. Banyak orang yang frustrasi mengatakan bahwa “Bermain Adsense Google dengan mengandalkan blog (yang serba gratis) hanya buang-buang waktu”.
Ah, itu kan hanya bagi sebagian orang dengan daya juang rendah
(Narsis Mode ON)
Kuncinya “TETAP SEMANGAT & SELALU BELAJAR”

Hari ini menghasilkan US$ 10,26 dan total pendapatan sejak pembayaran terakhir US$ 99,62 artinya hanya perlu US$ 0.38 lagi untuk memerintahkan meminta Tuan Google menerbitkan dan mengirimkan Cek Baru.
*halah*
Bak kata pepatah anak muda di kampungku:
“Olah Rasho di BibioH topi Cawan”
“Serasa di bibir tepi cawan” (gak sabar mengirup madunya!)
Baca juga:
Pembayaran Adsense
Blogger Bayaran #1
Blogger Bayaran #2
Mei 24, 2008
· Disimpan dalam Baca, Blog, Hikmah, Internet, Kolom, Sufi
Sahabat Ibnu Mas’ud termasuk orang kaya. Tapi, dia hanya mempunyai satu orang anak perempuan yang kelak akan menikah dan kehidupannya ditanggung oleh suaminya. Karena itu, Ibnu Mas’ud menganggap dia tidak perlu rajin mencari rezeki. Ia bekerja sekadarnya saja. Namun, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suatu sabda Nabi Muhammad SAW, ”Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selama-lamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu akan mati besok.” Sejak itu, Ibnu Mas’ud bekerja giat kembali sehingga hartanya bertambah banyak. Sampai akhirnya, ia tergolek sakit di tempat tidurnya. Karena merasa ajalnya kian dekat, Ibnu Mas’ud berpesan kepada para sahabatnya. Apabila ia meninggal dunia, semua kekayaannya harus disedekahkan.
Niat Ibnu Mas’ud itu terdengar oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau segera berangkat menemuinya dan menanyakan kebenaran laporan para sahabat tersebut. Ibnu Mas’ud mengangguk, tanda mereka tidak mengada-ada. Memang begitulah keinginannya, memberikan seluruh hartanya sebagai wakaf dan infak serta menyisakan sebagian hartanya untuk anak perempuannya.
Alasannya sederhana dan sangat mulia bahwa beliau percaya Allah tidak akan menyia-nyiakan anaknya. Ia yakin dan pasrah terhadap kemurahan Allah SWT. Nabi Muhammad menyanggah, ”Tidak, Sahabatku. Menyedekahkan semua milikmu adalah tidak benar.” ”Kalau begitu, dua pertiganya akan saya sedekahkan,” ujar Ibnu Mas’ud. ”Dua pertiga masih terlalu besar,” ujar Nabi. ”Baiklah, setengahnya saja,” saran Ibnu Mas’ud.
Nabi melarang lagi, ”Tidak! Setengahnya juga masih terlalu banyak.” Kemudian, Nabi bersabda, ”Menyedekahkan harta untuk Allah SWT cukup sepertiganya saja, selebihnya untuk ahli warismu. Ingatlah, wahai Sahabatku, meninggalkan seorang ahli waris dalam keadaan berkecukupan jauh lebih baik daripada meninggalkannya dalam keadaan papa sampai harus menadahkan tangannya kepada orang lain.”
Itulah yang diajarkan Islam mengenai harta dan dunia, yaitu keseimbangan dalam berbagai kepentingan. Sebaiknya, kita pun diingatkan agar tidak sampai terpesona oleh harta dan dunia sebagaimana yang dinyatakan dalam Alquran. ”Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar. Maka, sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.” (QS Fatir [35]: 5).
Pernah dimuat di Republika
(Indra K Elfarisy )
April 30, 2008
· Disimpan dalam Baca, Berita, Blog, Internet
Wah, kesempatan bagus nih! Keren, agaknya peluang berkreasi di kancah internasional semakin terbuka bagi par blogger Indonesia. Baca deh, jangan lewatkan kesemapatan emas ini.
Apakah Anda memenuhi kriteria berikut?
Jika ya, silakan mengirimkan lamaran untuk menjadi blogger di JennieForIndonesia.com. Lumayan untuk meningkatkan brand Anda dan mudah-mudahan bisa mendapatkan tawaran-tawaran dari berbagai sumber, seperti tawaran wawacara, tawaran kerja, tawaran menerbitkan buku, sampai lamaran nikah (maunya?).
- Telah menerbitkan buku, baik bertema motivasi, hukum, sosial, finansial, spiritual dari berbagai agama dan kepercayaan, fiksi, chick lit, non-fiksi, reportase, politik, refleksi, sastrawi, dan lain-lain.
- Jika belum pernah menerbitkan buku, Anda memiliki blog yang cukup dikenal (relatif sih, bisa juga ge-er).
- Berpikiran positif, kreatif, dan bermindset sukses luar biasa yang terpancar dari tulisan-tulisan Anda.
- Mendukung konsep multikulturalisme dan pluralisme di Indonesia dan dunia.
- Menyadari pentingnya hidup damai dalam dunia internasional (tidak mendukung bigotry, racism, xenophobia, etc.)
- Senang beramal dan tidak sungkan untuk share dengan para pembaca blog.
- Sanggup mengisi blog ini paling tidak satu artikel istimewa yang belum pernah dimuat di blog maupun media mana pun setiap bulannya.
- Mengajarkan kedamaian dan perdamaian kepada para pembaca blog.
- Mampu menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Apa imbalannya?
- Untuk sekarang, tidak dalam bentuk finansial, namun lebih kepada memberikan kesempatan untuk “big break” di dunia media online dan tulis-menulis, termasuk blog ini yang subscribernya sudah lebih dari 1.000 orang.
- Setiap tahun, tulisan-tulisan yang telah diterbitkan di blog ini akan dikumpulkan untuk diterbitkan dalam bentuk e-book dan buku cetak, yang hasilnya akan disumbangkan bagi anak-anak terlantar dan yatim piatu.
- Jika saya sangat impressed dengan dedikasi dan kesungguhan Anda, tidak tertutup kemungkinan bekerja sama di bidang lain.
Bagi yang tertarik, jangan sungkan e-mail jennieforindonesia[at]gmail[dot]com.
Memangnya Jennie ke mana?
Saya sedang menyelesaikan disertasi dan beberapa buku non-fiksi untuk diterbitkan di New York, serta sedang mempersiapkan start-up baru di dalam bidang media convergence. Tunggu deh tanggal mainnya ya. Sekali-sekali tulisan-tulisan saya masih nongol di The Jakarta Post kok.
Best wishes in the springtime for all!
[sumber: http://jennieforindonesia.com]