Bibit Bibit Koruptor & UAN

Aku pernah terharu ketika mendengar tuturan tentang seorang bapak yang memberikan hadiah sepeda baru kepada anaknya padahal nilai ujiannya jelek. “Yang penting prosesnya, hasilnya hanya sebuah akibat. Nilainya jelek hasil kerja sendiri itu lebih bagus ketimbang bernilai bagus hasil nyontek atau bocoran.”, begitu kira-kira penjelasan sang bapak yang bijak ini.

[gambar: antara.co.id]

Nah, kalau setiap Ujian Akhir Nasional polisi harus selalu mengawal agar soal-soal ujian ini tidak bocor sebelum waktunya, tentunya ada yang “sangat salah” pada sistem pendidikan Indonesia kita? Apakah dunia pendidikan kita justru mengajarkan siswa-siswi untuk korup? Apakah anak-anak bangsa itu memang dididik untuk jadi koruptor? Apakah sekolah-sekolah kita adalah sawah ladang yang menyemai Bibit-Bibit Koruptor?

Gubernurpun merasa perlu untuk SIDAK kemana-mana?

:cry: spikles :sad:

3 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    kaito724 berkata,

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pendidikan/bibit_bibit_koruptor_uan/

  2. 2

    Lia berkata,

    bapak itu bijak yaa.. betul proses itu lebih baik daripada hasil, yang penting sudah berusaha dengan giat, hasil akhir tak begitu penting

  3. 3

    Bray berkata,

    Akan lebih baiklah kita tidak disukaii orang karena kita benar dari pada kita diagung-agungkan karena kita salah apalagi “korup”. Ahdan


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda